Tampilkan postingan dengan label Digital Business. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Digital Business. Tampilkan semua postingan

17 November 2008

eMarketing Ala Obama

Kemenangan Obama memang memukau. Tidak hanya warga Amerika Serikat. Tapi, seluruh dunia. Termasuk masyarakat Indonesia. Selasa malam (4/11), Barack Obama memenangi pemilu negara adi daya dengan perbedaan electoral votes yang mencolok, yakni 364:162. Presiden baru Amerika lahir di Grant Park, Chicago, malam itu.

Kemenangan Obama terjadi lantaran banyak faktor. Sosok lelaki kulit hitam yang masa kecilnya pernah hidup di Menteng, Jakarta itu, memang fenomenal. Sejak bergaung dua tahun silam, Obama bak sebuah produk yang lahir di tengah pasar yang tepat. Ketika masyarakat Internasional sudah mulai jenuh dengan kebijakan-kebijakan Amerika yang lebih mengedepankan aksi militerisme, Obama muncul di publik dengan kampanye perdamaian, pengurangan aksi militer, dan pendekatan diplomasi dengan negara lain. Apalagi Obama menjadi presiden keturunan Afrika-Amerika pertama di negeri adidaya itu. Sebuah kemenangan tersendiri bagi yang telah diperjuangkan Abraham Lincoln dan Martin Luther King Jr sebagai negeri bebas rasialisme.

Sementara itu, kampanyenya yang bertajuk “change” cukup tepat membidik apa yang menjadi kebutuhan warga Amerika yang sedang dilanda kebekuan. Dunia pun berharap “change” akan terjadi dalam relasi Amerika dengan negara-negara lain. Pasalnya, Amerika menjadi ikon berpengaruh dalam kebijakan ekonomi, sosial, politik, di negara-negara lainnya.

Nah, di balik kegemilangan Obama, patut dihargai kinerja keras dan cerdas dari tim kampanye Partai Demokrat itu. Tim yang sebagian besar terdiri dari orang muda ini boleh dibilang menguasai strategi marketing yang jitu. Situs Business Week menulis seandainya ada buku yang mendokumentasikan proses eleksi ini, buku itu sebaiknya jangan diberi judul “The Making of a President”. Tetapi, “The Marketing of a President.” Bagi Business Week, kampanye Obama merupakan studi kasus marketing yang luar biasa.

Asal tahu saja, tim sukses Obama menyasar lebih dari 218 juta pengguna internet dari 303 juta penduduk di Amerika. Setengah pengguna internet adalah orang muda. Belum lagi, jalur lintas batas ini mampu meraup simpati dari masyarakat di banyak benua.

Suami Michelle itu telah mengangkat Chris Hughes sebagai manajer kampanye web. Anak muda usia 24 tahun ini mampu menaklukkan pemilih belia di jalur maya. Hughes menggunakan jalur jejaring sosial, seperti Facebook, MySpace, Twitter, Plurk, blog, milis, dan forum diskusi maya.

Lewat jejaring sosial ini, Obama mampu meraih lebih 1,7 juta sahabat di Facebook dan 510 ribu kawan di MySpace. Jumlah ini katanya 10 kali lipat dari sahabat maya sang kompetitor McCain. Sementara itu, technical director pada sebuah spesialis digital brand Hello Computer Benon Czornij menangkap fenomena ini sebagai “The Digital Obama.” Benon menegaskan bahwa revolusi “Change” benar-benar terjadi melalui ranah maya ini. Dengan menggunakan mesin, tim sukses berhasil mengirimkan ucapan terimakasih atas dukungan kepada para pendukungnya melalui email pribadi. Bahkan, beberapa langsung melalui YouTube, SMS, bahkan Xbox games. Untuk video games, cara ini tergolong unik. Tim sukses Obama berhasil menaruh wajah dan pesan di berbagai macam game yang digemari oleh calon pemilih belia usia 18-30 tahun. Obama pun berhasil mengajak 54,5 % orang muda datang ke pemungutan suara. Ini pun menjadi jumlah pemilih muda terbanyak sepanjang sejarah Amerika.

Lewat internet, Obama berhasil merangkul para sponsor untuk membiayai kampanyenya. Internet berhasil menyumbang dana sebesar US$ 659,7 juta (Rp 6,9 triliun). Dana ini nyaris tiga kali lipat dari dana kampanye yang dikumpulkan tim sukses McCain.

Fenomena Obama patut menjadi inspirasi bagi siapa saja, khususnya para marketer untuk menggunakan berbagai peranti mutakhir. Kantor berita Voice of America (VOA) mengatakan strategi serupa dilakukan oleh Franklin Roosevelt pada tahun 1930-an. Franklin menggunakan jejaring radio untuk merebut perhatian rakyat Amerika. Bahkan membuka sebuah dialog interaktif dengan warga yang saat itu sedang dilanda depresi besar akibat krisis ekonomi.

VOA mengatakan Obama sebagai orang muda mampu menggaet suara orang muda melalui peranti yang digandrungi orang muda. Apalagi tema “Change” sendiri sangat menjual di kalangan muda yang memang cenderung tidak menyukai status quo.

Namun, Obama tidak boleh berpuas diri sampai di sini. Seperti juga seorang marketer yang baik tidak sekadar ‘membual’ menawarkan sebuah produk yang baik sampai produk itu terbukti kualitasnya. Kalau Obama ingkar janji, lewat cara-cara mutakhir ini pula image Obama bakalan hancur.

Sigit Kurniawan |VOA|The Washington Post|Time|Business Week| Foto: Google

Read more...

15 November 2008

Epson Sasar Bisnis Kecil Menengah

Kebutuhan mencetak masih menjadi kebutuhan pokok kalangan kantoran. Namun, kecepatan dan kualitas hasil cetakan masih memegang kunci bagi sebuah printer untuk memenuhi kebutuhan itu. Dalam misi inilah, Epson mengeluarkan dua tipe printer terbaru yang diharapkan menjadi produk unggulan, yakni Epson Stylus TX300F dan TX600 FW.

Salah satu produsen bidang digital imaging dan percetakan itu merilis dua produk itu bersama enam produk Epson lainnya di Hard Rock Hotel, Bali (6/11). Secara khusus kedua tipe teranyar ini diperuntukkan bisnis kecil dan menengah. “Kami menargetkan diri menyasar segmen ini karena menurut survei 80 persen bisnis di Indonesia merupakan perusahaan kecil dan menengah,” kata Presiden Direktur Epson Indonesia Hirasaki Michiya.

Epson Stylus Office TX300F menggabungkan kecepatan mencetak dan kualitas ketajaman hasil cetak teks laser printer dengan kualitas warna dan fleksibilitas media inkjet printer. Salah satu fitur penting dari produk baru ini adalah kemampuan memasukkan kertas Automatic Document Feeder (ADF) sampai 30 lembar. Pengguna pun bisa menggunakan fax, fotokopi, dan scan dalam waktu singkat.

Sementara itu, Epson Stylus Office TX600FW diposisikan sebagai printer tercepat di kelas multi-function printer (MFP) menggantikan Epson Stylus CX9300F. Printer ini mampu mencetak 27 halaman teks hitam dalam kurun waktu satu menit atau 38 halaman per menit (ppm) teks draft hitam. Satu keunggulan lain tipe ini adalah fitur wireless. Ini memungkinkan pengguna bisa melakukan printing dalam jarak tertentu tanpa kabel, mengoptimalkan fungsi ruang, dan mereduksi kebutuhan media koneksi. Tentu saja ini juga mampu menghemat biaya operasional.

Walaupun tergolong jenis inkjet, kedua printer ini mampu menghasilkan kualitas cetakan setara dengan jenis laser. Kunci kualitasnya terletak pada tinta Epson DuraBrite. “Tinta ini cepat kering, tidak luntur di air, antipudar sekaligus antikotor,” kata Ronny Dwi Sasonko, Product Specialist Epson.

Kedua printer menggunakan sistem cartridge INKdividual yang hemat biaya. Dilengkapi juga dengan perangkat lunak seperti Epson Creativity Suite dan Easy Photo Print. Fitur lain berupa PhotoEnhance yang mampu menjadikan foto seindah aslinya. Printer TX300F dibanderol dengan harga USD139 dan TX600FW dengan harga USD219.

Di tengah badai krisis finansial global, Epson optimis fenomena ini tidak terlalu berarti bagi penjualannya. “Justru ini cocok di masa krisis seperti sekarang ini. Kita mengusung produk heavy duty atau tahan lama,” tandas Senior GM Muchammad Husni Nurdin.

Sigit Kurniawan | Foto: Dokumentasi Epson

Read more...

Jelang Pesta Blogger 2008

Blog menjadi sebuah demam tersendiri bagi masyarakat Indonesia saat ini, khususnya kalangan muda. Indonesia sendiri masuk dalam top five blogger di dunia. Karena antusiasme para blogger ini diadakan Pesta Blogger. Pada tahun ini, perhelatan akbar para blog mania yang diorganisir Maverick dan Bubu.Com ini merupakan yang keduakalinya.

Pesta Blogger 2008 ini tampaknya cukup heboh. Banyak pihak mendukung sepenuhnya acara ini. Sebut saja, Kementerian Komunikasi dan Informasi, Kedutaan Besar Amerika Serikat, Microsoft, Oxfam, Kompas, dan sebagainya. Bahkan, Menkominfo menetapkan 27 Oktober sebagai Hari Blogger Nasional.

Nah, seminggu menjelang Pesta Blogger ini, antusiasme para peserta cukup besar. Buktinya, kapasitas 1.000 peserta Pesta Blogger yang akan diadakan di Gedung BPPT, Jakarta, 22 November ini sudah penuh dua minggu sebelum acara. Sementara masih banyak para blogger yang ingin ikut. Pihak panitia masih menyediakan 200 bangku yang bisa diperoleh dengan regristrasi pada hari H.

Untuk meramaikan acara ini, panitia menyediakan kostum khusus bagi para blogger. Cara memperoleh Official T-Shirt itu bisa melalui on line di situs www.pestablogger.com. Selain itu, panitia juga menyediakan banner keikutsertaan atau dukungan pada pesta Blogger ini yang bisa diunduh melalui situs dan dipasang di blog masing-masing. Bahkan, segala tulisan yang terkait dengan Pesta Blogger ini disarankan akan diberi tag khusus yang sudah disediakan melalui website.

Pesta Blogger kali ini mengusung tema “Blogging for Society.” Ini mau menunjukkan bahwa blogger juga memiliki kepedulian pada lingkungan sekitar.

Pada 14 November 2008, sebagai dukungan pada Pesta Blogger, Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia Cameron R. Hume menyempatkan diri bertandang ke tempat kumpul para blogger di angkringan wi-fi Wetiga yang dikenal dengan “Rumah Blogger Indonesia.”

Pada kesempatan itu, Cameron mendonasikan 300 buah buku, termasuk buku anak-anak dan ensiklopedia, dalam pogram “Gerakan 1.000 Buku.” Antusiasme Amerika Serikat mendukung kegiatan blogging di Indoensia menuai banyak tanggapan. Minimal ini menunjukkan bahwa peran blog cukup besar dari pola relasi masyarakat modern, termasuk pola komunikasi sosial dan politik. Kasus kemenangan Obama menjadi suatu bukti yang tak terbantahkan.

“Blogging merupakan bentuk kebebasan berbicara yang individualis dan egaliter. Ini memberikan orang awam sebuah wadah untuk menyuarakan aspirasi mereka. Memungkinkan mereka menjadi jurnalis warga. Komunitas ini merupakan sebuah penghargaan pada demokrasi dan masyarakat yang terbuka di Indonesia. Komunitas ini menjadi contoh bahwa blogger bisa menggunakan teknologi ini untuk memberikan kontribusi pada masyarakat dan memperbaiki kehidupan warga lain,” tandas Cameron.

Sepertinya, para marketer tidak boleh menutup mata dengan peranti interaktif mutakhir ini. Blog pun tetap halal untuk dijajal sebagai pola komunikasi baru antara perusahaan dan para stakeholder-nya.

Sigit Kurniawan| Foto: pestablogger.com

Read more...

12 November 2008

CDMA Siap Bertarung di 3,5 G

Kebutuhan internet sepertinya sudah menjadi kebutuhan pokok orang-orang modern. Apalagi sekarang masyarakat kita sudah mengarah pada generasi kelima, yakni mobile devices. Generasi yang memadukan antara teknologi internet dan teknologi mobile.

Selama ini, layanan internet masih dominan di jaringan GSM dengan layanan 3,5 G. Persoalan yang sering dikeluhkan konsumen speed yang melambat alias ngedrop atau bahkan putus nyambung. Nah, teknologi CDMA (Code Division Multiple Acces) sekarang menawarkan solusi. CDMA akan hadir di Indonesia dengan daya akses kencang dan diperkirakan mampu menyaingi akses generasi ketiga (3G) yang diusung oleh GSM.

Teknologi mutakhir ini bernama CDMA EV-DO (Evolution Data Only/Evolution Data Optimized). Tipe teranyarnya disebut dengan CDMA EV-DO Rev A (baca Revision A). Produk ini keluaran Qualcomm, Amerika Serikat. Sebenarnya, teknologi serupa sudah masuk ke Indonesia sejak tahun 2004. Tapi, tipenya CDMA EV-DO Rev.0.

Dengan teknologi ini, pengguna bisa menikmati kecepatan akses hingga 2,4 megabit per second (Mbps) untuk mengunduh atau 153 kilobit per second (kbps) untuk mengirim atau meng-up load. Dengan kecepatan ini, teknologi ini bakal mengalahkan teknologi 3 G dari GSM.

Di negeri asalnya, Amerika, teknologi EV-DO Rev A sudah lama populer. Contohnya, e-book Amazon, Kindle, Sprint, dan sebagainya. Taiwan dan Korea Selatan sudah mulai intensif dengan teknologi ini.

Sigit Kurniawan | foto: philips.blog.com

Read more...

11 November 2008

Strategi Yahoo! Jaring Kemitraan

Yahoo! Mengumumkan beberapa peraihan strategis di Indonesia dan memperbarui kemitraan di negara dengan strategi patner of choice. “Strategi Yahoo! Versi 2.0 di Indonesia merupakan pengantaran hasil yang mampu memberikan peluang bagi pengguna internet di Indonesia,” kata Pontus Sonnerstedt, Senior Director Business Development Yahoo! Southeast Asia (Indonesia) di Ritz Carlton, Mega Kuningan, Jakarta (11/11).

Pontus mengatakan kemitraan sangat penting bagi Yahoo! Sebagai titik awal bagi konsumen Indonesia. Ia meyakini meskipun dunia sekarang sedang dilanda krisis finansial baru, tapi internet akan terus berkembang. “Yang tidak melakukan investasi di sana akan jatuh di belakang. Yahoo! Indonesia bisa menjadi alternatif solusi,” katanya.

Di Indonesia, produk online-nya meliputi The Yahoo! Indonesia Front Page, Yahoo! News, Yahoo! Mail, Yahoo Search, Yahoo! Messenger, dan Yahoo! Mobile yang bisa diakses dalam Bahasa Indonesia. Pada hari ini juga, Yahoo! Merilis program Yahoo! Advantage Warnet. Dalam program ini, Yahoo! Menggandeng para pengusaha internet cafe. Ini merupakan kerjasama dengan Eways Corp dan Natnit.net GloibalCom dan Asosiasi Pengusaha Warnet (APW). "Yahoo! Advantage merealisasikan visi yang sama dengan organisasi terlibat untuk mendukung kebutuhan pengalaman internet lokal untuk konsumen sekaligus menyediakan kesempatan pertumbuhan bisnis untuk pemilik warnet di Indonesia," katanya.

Yahoo! Advantage Warnet ini dirilis menyusul keberhasilannya di Filipina dan Vietnam pada tahun 2007. Program ini tersedia dengan gratis di www.yahoo.co.id/warnet. Sampai akhir tahun ini, Yahoo! Advantage menargetkan mampu menjaring 900 warnet.

Strategi jejaring Yahoo! Lainnya terwujud dalam kemitraan dengan beberapa portal berita, seperti Detik.Com, Kompas, Antara, SCTV, KapanLagi.Com. Dengan ini, dalam rubrik News on Yahoo! Indonesia, muncul beberapa berita yang ditulis oleh media-media tersebut. Beberapa bulan ke depan, konten dari media-media tadi akan dapat diakses pada situs Yahoo! News dan tersedia juga di Yahoo! Indonesia Front Page(www.id.yahoo.com). Sigit Kurniawan


Read more...

Quote of Philip Kotler

"Marketing is not the art of finding clever ways to dispose of what you make. It is the art of creating genuine customer value."

[Philip Kotler]

Bus Disulap Jadi Rumah Berjalan

Image Hosted by ImageShack.us
Seperti apakah bila bus, moda transportasi yang jamak digunakan orang, disulap menjadi 'rumah atau kantor' berjalan?read more

  © Blogger template The Professional Template by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP